PERAN
KOMUNITAS KEAMANAN
DALAM
MENGATASI SEPARATISME
(STUDI
KASUS PAPUA)
Oleh : Juanda Sy, M. Si (Han)
1. Pendahuluan.
Dalam kasus konflik internal, seperti yang terjadi di Papua dan Aceh,
permasalahan pokok yang menjadi pemicu menurut beberapa pengamat, sebagian
besar karena masih adanya kesenjangan Ideologi, politik, ekonomi dan sosial
budaya yang menyebabkan konflik sosial dan menimbulkan implikasi kepada
tugas komunitas keamanan. Namun demikian, konflik sosial yang terjadi
tidak mungkin dapat diatasi hanya oleh komunitas keamanan, karena akar
permasalahan merupakan bagian dari tugas, peran dan fungsi lembaga yang
membidangi sektor yang terjadi kesenjangan. Bila keputusan negara hanya
memerangi kelompok bersenjata saja, akan cenderung berlarut, sangat sulit memperoleh keberhasilan dan
menuntaskan permasalahan, selama permasalahan pokok yang menjadi penyebab
tidak diatasi dengan baik. Dalam beberapa kasus dimana efektivitas
dalam melaksanakan peran dan misi dapat dievaluasi, namun efektivitas yang terbaik
umumnya ditentukan oleh bagaimana negara mengatur dan menetapkan peran
dan tugas komunitas keamanan dalam mengatasi permasalahan separatisme
dan konflik internal lainnya yang berkembang.